Satelit NASA menatap mata topan



Dalam literatur petualangan, sering kali disebutkan "mata badai", di mana ia sunyi dan tenang, terlepas dari kenyataan bahwa unsur-unsurnya berkecamuk di sekitarnya. "Mata", sebenarnya, bukan fiksi penulis, tetapi fenomena nyata yang telah lama menarik bagi para ilmuwan. Jelas bahwa untuk masuk ke mata topan adalah tugas yang tidak mudah, tetapi teknologi modern menghindari kebutuhan untuk mempertaruhkan hidup Anda.

Satelit NASA, yang disebut CloudSat, melakukan studi rinci tentang topan "Dolphin", yang menerima kategori 4. Satelit itu mampu mempelajari struktur topan, termasuk mata itu sendiri. CloudSat, yang bisa disebut observatorium orbital, mengirimkan pulsa radiasi dari frekuensi tertentu melalui atmosfer, kemudian menangkap radiasi yang dipantulkan.



CloudSat memiliki laboratorium kembar, RapidScat, yang digunakan untuk memetakan pergerakan massa udara. Sedangkan untuk CloudSat, stasiun ini menentukan jumlah air atau es di awan dengan kekuatan sinyal yang dipantulkan.



Pada gambar yang diperoleh setelah diproses oleh tim spesialis, kita melihat topan di bagian di mana detail terkecil dari formasi atmosfer ini terlihat. Ada juga gambar inframerah yang ditumpangkan oleh satelit lain, MTSTAT Jepang.

Seluruh sistem satelit ini sekarang membantu menentukan kemungkinan badai di berbagai wilayah di planet ini, serta menilai pergerakan lapisan atmosfer, ditambah untuk mempelajari fenomena yang muncul, termasuk badai yang paling kuat. Sekarang para ilmuwan secara aktif mempelajari badai tropis, semua hasil penelitian dimasukkan ke dalam satu basis data yang akan berfungsi untuk pekerjaan lebih lanjut di bidang ini. Sudah, para ilmuwan dapat memprediksi kemungkinan badai di wilayah tertentu, dan setiap studi baru meningkatkan akurasi perkiraan tersebut.

All Articles